In My Dream's

Your Live in Your Hand

HUMAN INFLUENZA TIPE B (HIB) 28 April 2010

Filed under: Bioteknologi kesehatan — Ayy @ 13:52

Hib adalah singkatan untuk Haemophilus influenzae type b. Hib merupakan bakteria yang dapat menyebabkan penyakit Radang selaput otak (Meningitis), epiglotis (infeksi anak tekak), pneumonia, otitis media (radang saluran tengah telinga), sinusitis, infeksi kulit dan tulang, dan lain-lain.  Sekitar 60% infeksi Hib berujung pada meningitis, sebagian besar terjadi pada anak usia 18 bulan ke bawah. 5% bersifat fatal dan 15% penderita yang selamat mengalami kerusakan syaraf berupa tuli dan hancurnya kemampuan kognitif (intellectual impairment).

Infeksi akut Hib juga menyerang bayi berusia di bawah enam bulan, dengan tingkat kematian yang cukup tinggi, yaitu mencapai 40%. Dari laporan yang didapat, Hib merupakan penyebab utama penyakit meningitis di Asia. Sedangkan di Indonesia, Hib juga dilaporkan menjadi penyebab 33% kasus meningitis. Kemudian hasil riset lanjutan melaporkan, Hib merupakan 38% penyebab meningitis pada bayi dan anak berumur kurang dari lima tahun. Penularan bakteri Hib adalah melalui udara atau kontak langsung dengan penderita dengan masa inkubasi sekitar 2-4 hari. Gejala yang sering nampak adalah batuk, demam, menggigil, berkurangnya nafsu makan, mengantuk luar biasa, muntah-muntah, dan sakit kepala.

Vaksin hepatitis B penguat tidak dianjurkan oleh organisasi atau badan resmi seperti American Committee of Immunization Practices, European Consensus Group on Hepatitis B Immunity, CDC, untuk diberikan pada anak dan remaja imunokompeten yang memberikan respons antibodi yang adekuat setelah vaksinasi hepatitis B primer. Namun untuk Asia, Steering Committee for the Prevention and Control of Infectious Disease in Asia menyarankan agar dokter mempertimbangkan vaksin Hepatitis B penguat berdasarkan kasus per kasus. Khusus untuk Indonesia, penentuan perlu atau tidaknya vaksinasi Hepatitis B ulangan pada remaja yang mendapat vaksinasi Hepatitis B dasar pada masa bayi dan anti HBs nya telah turun di bawah ambang proteksi (<10 mIU/mL) memerlukan pemantauan jangka panjang tentang efektivitas vaksinasi hepatitis B dan pemantauan memori imunitas pada individu dengan antibodi yang telah tidak terdeteksi.

Anak-anak di bawah usia lima tahun merupakan kelompok paling rentan terinfeksi Hib. Dan usia yang paling berisiko adalah 2-18 bulan, dan sekitar 5-10 % dari mereka yang terinfeksi meninggal. Resiko jangkitan tertinggi adalah di kalangan kanak-kanak berumur dibawah 1 tahun. Pengaulan rapat dengan kanak- kanak yang dijangkiti Hib meningkatkan resiko terkena penyakit Hib (Sri Rezeki S Hadinegoro, 2003). Bayi yang mendapatkan ASI, mendapat perlindungan dari penyakit Hib, tapi imunisasi tetap diperlukan untuk mendapat perlindungan maksimal.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s