In My Dream's

Your Live in Your Hand

HUMAN GENOM PROJECT (HGP) 14 April 2010

Human Genome Project (HGP) adalah proyek 13 tahun yang dikoordinasikan oleh US Department of Energy dan National Institutes of Health dan selesai pada tahun 2003, Selama tahun-tahun awal dari HGP, Wellcome Trust (Inggris) menjadi mitra utama; tambahan kontribusi berasal dari Jepang, Perancis, Jerman, Cina, dan lain-lain.
Tujuan proyek ini adalah untuk :
1. Mengidentifikasi semua sekitar 20.000-25.000 gen dalam DNA manusia,
2. Menentukan urutan dari 3 milyar pasangan kimia dasar yang membentuk manusia DNA,
3. Menyimpan informasi ini dalam database,
4. Memperbaiki peralatan untuk analisis data,
5. Transfer teknologi yang terkait dengan sektor swasta, dan
6. Alamat etika, hukum, dan isu sosial (ELSI) yang mungkin timbul dari proyek.

Menggabungkan gen dari berbagai organisme dikenal sebagai recombinant DNA teknologi, dan hasil organisme dikatakan “genetically modified”, “genetically engineered,” atau “transgenik”. GM produk (saat ini atau yang dalam pembangunan) termasuk vaksin dan obat-obatan, makanan dan bahan pangan, pakan dan serat. Pada tahun 2006, 252 juta akre tanaman transgenik telah ditanam di 22 negara oleh 10,3 juta petani. Mayoritas tanaman ini adalah tanaman kedelai, jagung, kapas, canola, dan alfalfa yang tahan herbisida dan serangga. Tanaman pangan komersial lainnya yang ditanam atau diuji di lapangan adalah ubi jalar tahan virus, padi yang mengandung zat besi dan vitamin, dan berbagai tanaman yang dapat bertahan di cuaca ekstrim .
Pada tahun 2006, ada 97% negara yang berkembang akibat panen tanaman transgenik antara lain Amerika Serikat (53%), Argentina (17%), Brasil (11%), Kanada (6%), India (4%), Cina (3% ), Paraguay (2%) dan Afrika Selatan (1%).

Eksplorasi Genom Mikroba untuk Energi dan Lingkungan

Pada tahun 1994, dengan menggunakan teknologi HGP, DOE (Departement of Energy) berinisatif untuk mensekuen genom bakteri yang berguna dalam bidang produksi energi, bioremediasi, reduksi limbah beracun, dan proses industri. Dari proyek ini, enam mikroba yang hidup dalam kondisi temperatur dan tekanan ekstrim telah berhasil disekuensing. Dengan mempelajari struktur unik protein mikroba ini, para peneliti dapat menggunakan organisme tersebut dan enzimya dapat digunakan untuk kontrol limbah dan pembersihan lingkungan.
Sukses besar HGP dan bidang pendukungnya menguak detail dari ratusan genom sehingga menyediakan sumber informasi terbanyak dalam sejarah biologi. Program baru DOE dari U.S yaitu GTL (Genome to Life) mencetak sukses besar dengan menggabungkan data urutan DNA dan teknologi terbaru untuk mengeksplorasi kemampuan alami mikroba yang perbedaannya cukup ajaib. Tujuan utama program ini adalah untuk memahami dan memanfaatkan peran unik mikroorganisme untuk mencapai misi DOE dalam mengatasi kebutuhan energi, perubahan iklim global dan pembersihan limbah beracun.
Kemampuan bumi untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya bergantung pada mikroba, terutama mikroba tidak menyebabkan penyakit. Mikroba adalah pondasi biosfer yang turut mengatur siklus biokimia di bumi, mempengaruhi produktivitas tanah, kualitas air, dan iklim global. Sebagai kajian biologi yang cukup menarik dewasa ini, riset terhadap mikroba menguak arsitektur tersembunyi dalam kehidupan dan dinamikanya. Tetapi kita hanya mengetahui kurang dari 2% bakteri yang ada di dunia. Kecanggihan kapabilitas biokimia mikroba dapat digunakan untuk mentransformasi limbah dan bahan oraganik, pengaturan siklus nutrien, dan sebagai bagian dari proses fotosintesis, mengubah cahaya matahari menjadi energi serta menyimpan CO2 dari atmosfer.
Informasi mengenai urutan genom mikroba merupakan langkah awal karena kita memiliki pengetahuan yang terbatas, mengenai bagaimana informasi yang terkandung pada DNA membentuk, mempertahankan dan mereproduksi sistem hidup. Langkah kritikal yang harus diambil selanjutnya untuk mengolah infornasi ini adalah melakukan pendekatan komprehensif dari fungsi sel secara individual sampai fungsi dalam kelompok. Studi ini harus mencakup protein, perangkat multimolekular dari komponen yang bekerja bersama, dan alur berbagai kegiatan selular. Data yang dikumpulkan kemudian harus diolah, dipahami, dan dibuat modelnya dalam skala dan kompleksibilitas sistem hidup sebenarnya.
Bioteknologi yang diperkuat dengan HGP, sangat berperan dalam penemuan sumber energi fosil. Peningkatan kebutuhan energi menyebabkan timbulnya banyak masalah. Bioteknologi dapat membantu masalah ini dnegan menyediakan pembersih yang berperan sebagai biokonversi bahan mentah untuk produk refined. Dengan menggunakan sekuen genomik mikroorganisme pemproduksi metana, Methanococcus jannaschii, akan memungkinkan paeneliti untuk mengeksplorasi proses metanogenesis secara lebih detail dan metana tersebut dapat diproduksi dengan biaya yang lebih murah.

Gambar 1. Bakteri Methanococcus jannaschii, Deinococcus radiodurans, dan Thalassiosira pseudonana (dari kiri ke kanan)

Beberapa bakteri yang berperan bagi lingkungan, antara lain :
1. Methanococcus jannaschii
Dapat memproduksi metana yang merupakan sumber energi penting yang mengandung enzim yang dapat berada pada tekanan dan temperatur tinggi sefgfhingga memungkinkan dilakukan untuk proses industri.
2. Deinococcus radiodurans
Bertahan hidup pada tingkat radiasi yang tinggi dan potensial untuk membersihkan limbah radioaktif.
3. Thalassiosira pseudonana
Diatom terbanyak dilautan yang memompa carbon ke laut dalam dan mempunyai potensi mitigating untuk perubahan iklim.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s