In My Dream's

Your Live in Your Hand

HARIMAU.. 15 September 2009

Filed under: Warna-warni — Ayy @ 05:22
Tags: , ,

Sejarah Harimau

Harimau dan kesemua hewan pemangsa (karnivor) merupakan keturunan hewan purba yang dikenal sebagai Miacids yang hidup pada akhir zaman Cretaceous kira-kira 70-65 juta tahun yang lalu saat zaman dinosaur di Asia Barat (Andrew Kitchener, “The Natural History of Wild Cats”).  Tidak banyak fosil Miacids yang dijumpai, tetapi berdasarkan fosil yang dijumpai, Miacids dipercayai  merupakan mamalia berukuran kecil dan berkaki empat. Miacids mempunyai 44 gigi termasuk gigi khas untuk mengoyak daging, mempunyai badan yang panjang, berekor panjang, mempunyai bahu dan siku yang lentur, dengan kaki yang pendek. Miacids berangsur-agnsur berubah selama tempo 60 juta tahun untuk menghasilkan beratus-ratus cabang keturunan termasuk anjing, beruang, anjing laut, dan sebagainya.

Dua sub ordo utama dari keturunan Miacids adalah Fissipeda (kaki terbelah) yang termasuk weasel, cemperlai, anjing, hyenas, kucing, dan Pinnipeda (“mempunyai kaki pendayung”) yang termasuk singa laut, anjing laut, dan gajah mina (walruses).  Di antara Fissipeda termasuk 37 spesies kucing besar (big cats) yang terdapat pada masa sekarang, termasuk harimau (Panthera tigris ).

Fosil harimau yang hidup pada akhir zaman Pliocene / zaman Pleistocene telah ditemui di kawasan timur Asia di China dan Siberia, dan dari situ harimau dipercayai migrasi ke dua arah. Harimau yang bergerak melalui hutan Asia Tengah ke barat dan baratdaya menjadi harimau Caspian. Harimau yang bergerak dari Asia Tengah ke arah kawasan pergunungan barat, dan seterusnya ke Asia tenggara dan kepulauan Indonesia, sebagiannya ke barat hingga ke India (Hemmer,1987)

Harimau gigi Sabre (Harimau Sabre-tooth).  Harimau gigi Sabre merupakan salah satu cabang evolusi dari keluarga kucing, tetapi bukanlah nenek moyang langsung dari keluarga harimau yang terdapat pada masa sekarang. Cabang keturunan harimau gigi Sabre telah punah sejak berjuta tahun yang lalu. Dinamai harimau gigi Sabre karena giginya yang menjulur ke luar, bengkok seperti pedang sabre yang digunakan oleh tentera berkuda.

Dalam kebudayaan Asia, harimau merupakan simbol kekuasaan dan keberanian dan pernah digunakan sebagai pertanda (yang bertanggungjawab untuk melaksanakan hukuman bunuh). Orang yang salah akan dikurung bersama harimau untuk dibunuh. Hanya kaum bangsawan yang dibenarkan untuk memburu harimau dan mereka telah mendirikan kawasan perburuan yang luas untuk memastikan perbekalan harimau yang mencukupi untuk pemburuan. Kawasan perburuan ini secara tidak langsung bertindak untuk mengekalkan spesies harimau. Bagi bangsa Melayu pula, harimau dikaitkan dengan keberanian dan ketangkasan.

Dalam agama Hindu, dewa Durga digambarkan sedang menunggang harimau serta memakai kulit harimau yang menunjukkan peranannya sebagai pemusnah. Dalam agama Buddha, pengikut Buddha menaiki harimau untuk menunjukkan upaya mereka mengalahkan kuasa jahat. Harimau dipuja sebagai dewa dikalangan penduduk hutan di India dan banyak kuil dan berhala didirikan untuk memuja harimau.  Di Sumatera pula, harimau dipercayai memberi pembalasan kepada mereka yang berdosa. Terdapat juga kepercayaan mengenai manusia yang menjelma menjadi harimau jadi-jadian atau memelihara harimau jadi-jadian untuk maksud tertentu.

Harimau telah digambarkan dalam hasil seni Wangsa Shang Cina semenjak 1700 hingga 1050 B.C. Orang-orang Shang percaya bahawa harimau merupakan utusan antara alam manusia dengan alam roh. Dalam Wangsa berikut, termasuk Wangsa Zhou 1050 hingg 221 B.C. Harimau mulai digambarkan dengan lebih nyata dengan bahu harimau yang penuh berotot, lengan dengan kuku yang panjang, dan kepala yang mempunyai taring yang mengancam. Lagenda harimau mengagumkan generasi berikutnya dan gambaran harimau diletakkan dimakam untuk menghalau roh jahat dan menjaga roh si Mati. Lukisan harimau tidur berhampiran semi Buddha sebagai simbol kekuasaan Buddha ke atas kuasa alam dan binatang buas. Pada abad ke-20, artis China melukis gambaran harimau sebagai simbol kebangsaan. Harimau merupakan spesies terbesar dalam keluarga kucing, melebihi ukuran singa, jaguar, cheetah, ataupun harimau bintang.

Harimau juga merupakan hewan pemangsa terbesar dalam keluarga harimau (big cats). Harimau sub-spesies Siberia adalah harimau terbesar, sementara harimau sub-spesies Sumatera adalah harimau terkecil. Harimau jantan juga mempunyai ukuran badan yang lebih besar daripada harimau betina. Harimau memburu dengan senyap dan tangkas, kebolehannya untuk menyelip dan muncul secara tiba-tiba untuk menyerang mangsanya adalah satu kebolehan yang amat luar biasa. Ini menjadikan harimau dianggap mempunyai kuasa mistik dan penuh misteri. Bentuk tubuh harimau direka melalui proses evolusi sebagai hewan pemangsa untuk memburu mangsa yang besar. Kaki belakangnya lebih panjang daripada kaki depannya untuk memberikan kelebihan kepada harimau untuk menerkam sampai jarak 9 meter (30 kaki) dengan sekali lompatan untuk menangkap mangsanya. Bagian depan dan bahunya mempunyai otot yang tebal dan kental. Tapak kakinya dilengkapi dengan kuku panjang yang dapat ditarik masuk dan keluar dengan pantas. Rahang harimau yang lebih pendek berbanding keluarga harimau lain memberikan kekuatan tambahan kepada rahang harimau ketika menerkam mangsanya.

Sekilas tentang Harimau Bengal

Sistem klasifikasi ilmiah Harimau Bengal adalah sebagai berikut :

Kerajaan           : Animalia

Filum                 : Chordata

Kelas                  : Mamalia

Ordo                  : Carnivora

Famili               : Felidae

Genus                : Panthera

Spesies               : P. tigris

SubSpecies        : P. tigris tigris

Gambar 1. Harimau Bengal

Harimau atau macan tergolong dalam kerajaan hewan dalam filum kordata (mempunyai saraf tulang belakang), sub-filum vertebrata (bertulang belakang), kelas mamalia (berdarah panas, berbulu dengan kelenjar susu), pemakan daging (Carnivor), keluarga felidae (kucing), genus panthera, spesies tigris (harimau). Harimau biasanya memburu mangsa yang agak besar seperti rusa sambar, kijang, babi, kijang, kancil, tetapi akan memburu hewan kecil seperti landak apabila mangsa yang agak besar itu tidak ada.

2.3 Morfologi Harimau Bengal

Harimau dikenal sebagai kucing terbesar, harimau pada dasarnya mirip dengan singa ukurannya, walaupun sedikit lebih berat. Beda subspesies harimau memiliki karakteristik yang berbeda juga, pada umumnya harimau jantan memiliki berat 180 – 320 kg dan betina berbobot 120 – 180 kg. Panjang jantan 2,6 – 3,3 m, sedangkan betina 2,3 – 2,75 mr. Di antara subspesies yang masih hidup, Harimau Sumatra adalah yang paling kecil dan Harimau Siberia yang paling besar. Harimau Bengal lebih cerah dan besar sedikit daripada harimau Indochina. Selain itu harimau Bengal juga mempunyai belang yang lebih tebal dan panjang daripada harimau indochina. Harimau Bengal jantan mempunyai panjang rata-rata 2.9 m (9 1/2 kaki) dari kepala hingga ke hujung ekor dengan berat rata-rata 220 kg (480 pon). Harimau Bengal betina berukuran panajang 2.5 m (8 kaki) dengan berat 150 kg (300 pon).

Loreng pada kebanyakan harimau bervariasi dari coklat ke hitam. Bentuk dan kepadatan lorengnya berbeda-beda subspesies satu dengan yang lain, tapi hampir semua harimau memiliki lebih dari 100 loreng. Harimau Jawa yang sekarang sudah punah kemungkinan memiliki loreng yang lebih banyak lagi. Pola loreng unik setiap harimau, dan dapat digunakan untuk membedakan satu sama lain, mirip dengan fungsi cap jari yang digunakan untuk mengindentifikasi orang. Ini bukan, bagaimanapun juga, metode pengidentifikasian yang disarankan, terkait kesulitan untuk merekam pola loreng pada harimau liar. Sepertinya fungsi loreng adalah untuk kamuflase, untuk menyembunyikan mereka dari mangsanya.

Harimau merupakan binatang yang kuat, mempunyai ekor pendek, leher kecil, lengan yang kuat, sehingga dapat diguinakan untuk menerkam mangsanya dengan baik. Lidah harimau ditutupi oleh papilla yang keras, untuk menggigit daging dari tulang mangsanya. (Sunquist and Sunquist, 2002; Thapar, 2005; Ullasa, 2001)

Semua harimau mempunya formula gigi 3/3, 1/1, 3/2, 1/1. Harimau Bengal mempunyai  taring yang panjang. Panjang taringnya antara 7.5 – 10 cm. tengkoraknya kuat, pendek lebar dengan area zygomatik yang luas. Tulang nasalnya tinggi, mempunyai proyeksi yang lebih kecil daripada maxilla.

Harimau Bengal biasanya memburu rusa, dan kerbau liar. Harimau Bengal memerlukan kawasan seluas 30-105 km2, untuk seekor harimau Bengal jantan dan 10 – 39 km2 untuk seekor harimau Bengal betina pada keadaan optima (Sunquist 1981). Keadaan optima merupakan kawasan yang tidak terpecah-pecah (fragmented), dan mempunyai hewan buruan yang mencukupi. Seekor harimau Bengal betina memerlukan 13 kg daging setiap hari untuk hidup, atau 4,700 kg daging setiap tahun. Seekor harimau Bengal betina dengan 2 anak, memerlukan 6,800 kg daging, atau sama dengan 70 ekor hewan mangsa setiap tahun.

Selain itu, terdapat juga harimau Bengal putih yang merupakan kelainan warna bagi spesies harimau Bengal secara genetik dan bukannya disebabkan keadaan albino. Harimau putih amat jarang dijumpai dijumpai hidup liar. Sepanjang 100 tahun hanya lebih kurang sedozen harimau putih dilaporkan di India dan hanya untuk sub-spesies Bengal membuktikan mutasi ini berlaku satu bagi setiap 10,000 kelahiran di hutan.

Gambar 2. Harimau Bengal putih.

2.4 Habitat Harimau Bengal

Kawasan yang ditinggali oleh harimau telah berkurangan secara spontan belakangan ini. Dulu harimau banyak yang berada di hutan hujan tropis dan padang rumput yang dipenuhi kehidupan liar yang meliputi sebagian besar kawasan di Asia. Pada awal 1900-an, terdapat lebih dari 100,000 harimau di kawasan Asia termasuk 40,000 berada di India. Tetapi jumlah harimau ini menurun hingga berjumlah 4,000 ekor saja pada awal tahun 1970-an. Jumlah sebenarnya harimau yang hidup liar tidak dapat diperkirakan dengan tepat dan hanya merupakan anggaran saja. Kegiatan pemburuan liar memperburuk penurunan jumlah harimau karena banyaknya jumlah harimau yang dibunuh.

Harimau dapat hidup di habitat luas yang beranekaragam. Mereka biasanya hidup di hutan yang selalu hijau, hutan kering, hutan monsoonal, scrub oak dan birch woodlands, hutan yang rumputnya tinggi, dan di mangrove. Harimau mmapu hidup pada darah dnegan iklim yang bervariasi, dari ara dengan kelembaban hangat, hingga area hujan salju yang ekstrim dimana suhu nya berada di bawah –40 ºC. Harimau ditemukan pada ketinggian 3,960 m.

Harimau Bengal atau Panthera tigris tigris, terdapat dikawasan hutan hujan dan kawasan padang rumput di India, Cina, Bangladesh, Bhutan, dan Nepal. Kebanyakan daripada populasi harimau Bengal ini hidup di negara India. Harimau Bengal dapat menyesuaikan diri di berbagai habitat, di antaranya hutan bakau Sunderbands, rumput berpaya, kawasan bukit-bukau di semenanjung India, hutan hujan India Utara, dan hutan kering (arid forest) Rajasthan.

Tercatat hanya terdapat 3,159 – 4,715 harimau sub-spesies Panthera tigris tigris yang masih hidup liar, dan terdapat juga lebih kurang 333 ekor lagi yang dipelihara berada di dalam kebun binatang di India.

Gambar 3. Sejarah penyebaran harimau (kuning pucat) dan pada tahun 2006 (hijau)

2.5 Makanan Harimau Bengal

Harimau biasanya mulai memburu mangsanya setelah petang apabila cuaca tidak lagi panas. Harimau pada biasanya akan mengikuti jejak hewan, termasuk jalan raya dan danau buatan manusia dan akan sentiasa berwaspada dengan setiap bunyi atau pergerakan, walau sekecil apapun. Harimau memburu dengan cara mengendap-endap untuk menghampiri mangsanya dan bersembunyi dicelah rimbunan tumbuhan, hingga jarak beberapa meter saja dari mangsanya. Harimau akan bergerak dengan hati-hati dan akan melangkah setapak demi setapak secara pelan-pelan untuk menilai keadaan sekelilingnya. Apabila sudah menghampiri mangsa, harimau akan mengdongakkan kepalanya, sambil merendahkan badan ke tanah, telinganya ditempelkan ke kepala saat mengendap mangsa. Pada saat yang tepat, harimau akan berlari ke arah mangsa dalam beberapa lompatan saja, sebelum menglibaskan kakinya kepada mangsa untuk menjatuhkan mangsa dengan menggunakan seluruh berat tubuhnya, pada masa yang sama mengelakkan kibasan tanduk dan kaki mangsa.

Harimau pada biasanya akan menyerang mangsanya dari arah belakang dan sisi dan membunuh mangsa dengan menggigit kerongkong atau belakang leher mangsa dengan menggunakan giginya. Rahang yang pendek dan otot mukanya yang kuat memudahkan harimau menggigit dengan kuat sehingga mampu mematahkan leher mangsa. Mangsa harimau akan mati akibat patah tengkuk atau mati lemas kerana tidak dapat bernafas. Harimau tidak selalua berhasil dalam pemburuannya dan pada biasanya harimau hanya berjaya mendapatkan tiga mangsa disetiap sepuluh pemburuan. Jika harimau berhasil menangkap mangsa, pada biasanya harimau akan menarik bangkai mangsa ke dalam semak dan akan memakannya hingga petang dan sepanjang malam. Harimau tersebut hanya berhenti untuk minum sekali saja.

Harimau mampu makan 50 -70 pon daging sepanjang malam dan akan mulai makan pada bagian punggung dahulu karena terdapat banyak daging. Harimau biasanya akan duduk berdekatan dengan bangkai mangsa, menyorok dalam semak samun berhampiran, sentiasa bersedia untuk mempertahankan makanannya dari hewan pemakan bangkai yang lain. Fakta yang agak mengherankan adalah harimau akan membolehkan harimau yang tidak mempunyai kaitan dengannya untuk makan bangkai hasil tangkapannya. Harimau akan makan selama beberapa hari bergantung kepada ukuran mangsanya hingga habis, walaupun daging tersebut telah busuk dan berulat. Ini menunjukkan harimau mempunyai indera perasa yang kurang berkembang. Dalam tempo itu, harimau akan menyorok bangkai mangsa di bawah timbunan daun, dahan pohon, atau rumput.

Harimau lebih suka berburu pada malam hari, ketika mangsanya tidak terlalu aktif. Penelitian di India oleh Schaller (1967), harimau paling aktif sebelum 800 jam dan setelah 1600 jam. Harimau menemukan mangsanya dengan mendengar dan melihat melebihi penciumannya (Schaller, 1967). Mereka sembunyi di bebatuan, pohon, dan semak-semak untuk mengintai dan mendekati mangsanya dari jauh. Harimau pelan-pelan, melakukan tindakan dengan hati-hati agar mangsanya tidak menyadari keberadaanya. Mereka merupakan tipe pembunuh melalui penyergapan, mencengkeram mangsanya dengan massa tubuhnya. Harimau merupakan predator yang selalu sukses, dari 10 – 20 penyergapan, hanya 1 yang lolos diburu (Mazak, 1981; Schaller, 1967; Sunquist and Sunquist, 2002).

Harimau menggunakan satu taktik saat memburu. Hewan kecil, dengan berat ynag lebih ringan daripada tubuhnya, dibunuh dengan gigitan di bagian leher. Taringnya masuk dengan kuat di antara leher vertebrata dan belakang tulang spinal. Untuk hewan yang lebih besar, mengiggit di bagian tenggorokan sehingga menyobek trakea sehingga mangsanya mati lemas. Menyerang tenggorokan merupakan taktik pembunuhan yang aman karena akan meminimalisir penyerangan fisik oleh manganya. Setelah mangsanya mati, harimau akan memakan bagian pantat terlebih dahulu dengan taringnya untuk membuka kerngkanya. Setelah tahap tadi berhasil, selanjutnya harimau membuka rongga badan mangsanya dan membuang lambungnya. Tidak semua dari tubuh mangsa dimakan, beberapa bagian dibiarkannya.)

Mangsa harimau sangat beranekaragam, di antaranya  sambar (Rusa unicolor), chital (Axis axis), rusa (Muntiacus muntjak), rusa Eurasia (Alces alces), kuda (Equus caballus), dan domba (Capra hircus). Harimau memakan 18 – 40 kgdaging saat mereka berhasil memburu mangsanya. Mereka bukanlah tipe pemakan harian.   (Mazak, 1981; Schaller, 1967; Sunquist and Sunquist, 2002). Harimau jarang menjadikan manusia sebagai mangsa dan akan mengelak dari manusia secara naluri.

2.6 Komunikasi Harimau Bengal

Komunikasi antara harimau terjadi melalui bau, sinyal visual, dan vokalisasi. Bau dihasilkan dalam bentuk cairan yang bercampur dnegan urin dan disemprotkan pada obyek seperti rumput, pohon, ataupun batu. Ekspresi mukanya disebut flehmen yaang sering berasosiasi dengan deteksi bau. Selama flehmen, lidah akan bergantung pada gigi seri, hidung berkerut, dan taring atas tampak jelas. Flehmen biasanya tampak pada jantan yang sedang dalam masa estrus. (Schaller, 1967; Sunquist and Sunquist, 2002; Thapar, 2005; Ullasa, 2001)

Sinyal visual yang dihasilkan harimau termasuk noda yang disemprotkan, goresan yang dibuat pada tanah, dan bekas cakaran kaki kiri pada pohon atau obyek lain. Harimau juga dapat berkomunikasi secara vokal dengan raungan, gertakan, eraman, dengkuran, dan desisan. Tiap suara emmpunyai makna yang berbeda, dan hal ini terjadi reflek tergantung pada mood harimau.

Harimau mempunyai indera pembau yang kuat dan dalam satu penelitian, harimau dapat mencium bau manusia pada jarak 150 kaki dari arah angin bertiup kearah harimau. Indera bau ini banyak membantu harimau saat berburu di dalam hutan hujan tropis yang tebal, di mana pandangan harimau terhalang oleh pohon-pohon. Selain itu, indera pembau yang kuat itu digunakan untuk mengenali harimau betina yang ingin berteman, mengelak kawasan yang ditandia oleh harimau jantan, dan mengenail harimau yang lain.

2.7 Reproduksi Harimau Bengal

Harimau betina dapat melahirkan setiap 3 – 4 tahun. Harimau dapat melakukan perkawinan setiap saat sepanjang tahun, tapi lebih sering pada bulan November hingga April. Harimau betina mengalami masa estrus setiap 3 – 9 minggu dan receptif selama 3 – 6 hari. Mereka memiliki periode hamil sekitar 103 hari (dari 96 – 111 hari). Jumlah anak antara 2 – 3 ekor. Bayi yang baru lahir dalam keadaan buta dan tuli. Dengan berat 780 – 1600 g. Matanya tidak dapat membuka hingga berumur 6 -14 hari setelah lahir dan telinganya mampu mendengar setelah berumur 9 -11 hari. Anak harimau akan dibesarkan oleh harimau betina sendirian, dan akan meninggalkan mereka di kawasan tersembunyi ketika mereka berburu. Harimau betina akan kembali memberikan susu kepada anaknya setiap beberapa jam sekali. Anak harimau akan berhenti menyusu setelah berusia enam bulan. Anak harimau terancam oleh hewan pemangsa termasuk harimau lain ketika mereka ditinggalkan semasa ibu harimau keluar memburu. Oleh itu, ibu harimau kerap memindahkan anak-anaknya ketempat yang lebih aman.  Ibu harimau akan memindahkan anak-anaknya beberapa kali dengan menggotong mereka, dan memanggil mereka untuk mengekorinya setelah mereka lebih dewasa. Anak harimau mulai belajar berburu dan lebih bersikap mandiri jika berusia satu tahun. Ibu harimau juga akan mulai mebgizinkan anak harimau untuk membunuh buruan yang ditangkap olehnya.

Ibunya menghabiskan waktu untuk mengurus anak-anaknya sejak lahir karena mudah diserang oleh yang lain. Penyapihan terjadi saat bayinya berusia 90 -100 hari. Pada saat berusia 18 bulan, seorang bayi harimau telah mandiri. Seekor harimau tidak akan dewasa secara seksual hingga umurnya 3 – 4 tahun untuk betina, dan berumur 4 – 5 tahun untuk jantan. (Sunquist and Sunquist, 2002; Ullasa, 2001)

Ibu harimau mempunyai sifat penyayang terhadap anaknya. Walaupun bengis, harimau betina yang mempunyai anak kecil akan mengizinkan anaknya untuk makan terlebih dahulu walaupun ia terpaksa kelaparan. Hal ini adalah berbda jika dibandingkan dengan singa, singa jantan akan makan terlebih dahulu, diikuti dengan singa jantan lain, singa betina dan kemudian oleh yang lainnya.

2.8 Subspesies Harimau

Ada sembilan subspesies harimau dalam genus Panthera. Enam di antaranya masih hidup pada masa sekarang. Tiga subspesies harimau selebihnya telah dianggap punah secara resmi. Subspesies yang masih hidup, antara lain :

  1. Harimau Indochina (Panthera tigris corbetti) – yang terdapat di kawasan hutan hujan dan padang rumput Malaysia, Kamboja, Republik Rakyat Cina, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam.
  2. Harimau Bengal (Panthera tigris tigris) – yang terdapat di kawasan hutan hujan dan padang rumput Bangladesh, Bhutan, Republik Rakyat Cina, India, dan Nepal.
  3. Harimau Tiongkok Selatan (Panthera tigris amoyensis) – yang tinggal di kawasan hutan hujan dan padang rumput tengah dan barat Republik Rakyat Cina.
  4. Harimau Siberia (Panthera tigris altaica) – atau juga dikenal sebagai Amur, Ussuri, Harimau Timur Laut China, atau harimau Manchuria. Harimau Siberia tinggal di kawasan hutan hujan dan padang rumput China, Korea Utara, dan Asia Tengah di Russia.
  5. Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) – yang tinggal hanya di kepulauan Sumatera.
  6. Harimau Malaya (Panthera tigris jacksoni) – yang tinggal hanya di Semenanjung Malaysia.

Sedangkan subspesies yang sudah punah, antara lain :

a.       Harimau Caspian (Panthera tigris virgata) – yang telah punah sekitar 1950an. Harimau Caspian ini pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan dan padang rumput Afganistan, Iran, Mongolia, Turki, dan kawasan Asia tengah Russia.

b.      Harimau Jawa yang punah tahun 1972.

c.       Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) – yang telah punah sekitar 1972. Harimau Jawa pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan pulau Jawa, Indonesia.

d.      Harimau Bali (Panthera tigris balica) – yang telah punah sekitar 1937. Harimau Bali pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan kepulauan Bali, Indonesia.

Beberapa harimau juga telah dijadikan sebagai hewan nasional di beberapa negara, di antaranya :

a.       China, bersama naga dan panda; harimau adalah simbol tidak resmi.

b.      Banglades (Harimau Bengal)

c.       India (Harimau Bengal)

d.      Malaysia

e.       Nepal (Harimau Bengal)

f.       Korea Utara (Harimau Siberia)

g.      Korea Selatan

h.      Nazi (sudah tidak ada) bersama dengan elang hitam.

i.        USSR (sudah tidak ada) (Harimau Siberia)

Referensi :

http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/accounts/information/Pantherinae.html

http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/resources/corel_cd/tiger.jpg/view.html

http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/resources/david_behrens/Cubsinlateafternoon.jpg/view.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau

http://www.geocities.com/harimau_yosri

http://www.geocities.com/harimau_yosri/GambarHarimauBengal.jpg

http://www.geocities.com/harimau_yosri/HaiwanHarimauBengal.htm#Kandungan

http://www.lablink.or.id/Env/Satwa/stw-harimau.htm

http://www.panda.org/about_wwf/what_we_do/species/our_solutions/endangered_species/tigers/bengal_tiger/index.cfm

http://www.ucmp.berkeley.edu/mammal/carnivora/carnivora.html

http://www.wwf.org.my/about_wwf/what_we_do/species_main/tiger/index.cfm

 

2 Responses to “HARIMAU..”

  1. Wah ahli Taksonomi Nih!!!!!!!!!!!!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s