In My Dream's

Your Live in Your Hand

VisitorMap.org 1 Juli 2010

Filed under: Uncategorized — Ayy @ 08:00

Free Visitor Maps at VisitorMap.org
Get a FREE visitor map for your site!

 

Pengasapan Ikan 10 Mei 2010

Filed under: Warna-warni — Ayy @ 14:13
Tags: , ,

Asap diartikan sebagai suatu suspensi partikel-partikel padat dan cair dalam medium gas (Girard, 1992). Cara yang paling umum digunakan untuk menghasilkan asap pada pengasapan makanan adalah dengan membakar serbuk gergaji kayu keras dalam suatu tempat yang disebut alat pembangkit asap (Draudt, 1963) kemudian asap tersebut dialirkan ke rumah asap dalam kondisi sirkulasi udara dan temperatur yang terkontrol (Sink dan Hsu, 1977). Asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu keras akan berbeda komposisinya dengan asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu lunak. Pada umumnya kayu keras akan menghasilkan aroma yang lebih unggul, lebih kaya kandungan aromatik dan lebih banyak mengandung senyawa asam dibandingkan kayu lunak (Girard, 1992) Asap memiliki kemampuan untuk mengawetkan bahan makanan karena adanya senyawa asam, fenolat dan karbonil. Seperti yang dilaporkan Darmadji, dkk (1996) yang menyatakan bahwa pirolisis tempurung kelapa menghasilkan asap cair dengan kandungan senyawa fenol sebesar 4,13 %, karbonil 11,3 %, dan asam 10,2 %.

Bandeng asap


Pengasapan adalah salah satu cara memasak, memberi aroma, atau proses pengawetan makanan, terutama daging dan ikan. Makanan diasapi dengan panas dan asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu, dan tidak diletakkan dekat dengan api agar tidak terpanggang atau terbakar 3. Menurut data Food and Agriculture Organization (FAO), 2 % dari hasil tangkapan ikan dunia diawetkan dengan cara pengasapan, sedangkan di negara-negara tropis jumlahnya mencapai 30% 4. Metode pengawetan ikan dengan cara pengasapan ini ditemukan secara kebetulan saja. Ternyata selain menjadi lebih awet, ikan juga mempunyai rasa dan aroma yang lebih sedap setelah diasapi di atas kayu bakar.

Pengasapan Ikan

Asap mengandung senyawa fenol dan Rata Penuhformaldehida, kedua senyawa ini bersifat bakteriosida (membunuh bakteri). Kombinasi kedua senyawa tersebut juga bersifat fungisida (membunuh kapang). Kedua senyawa membentuk lapisan mengkilat pada permukaan daging. Panas pembakaran juga membunuh mikroba, dan menurunkan kadar air daging. Pada kadar air rendah, daging lebih sulit dirusak oleh mikroba.

 

Biofarming… 7 Mei 2010

Molekuler farming merupakan suatu kegiatan menumbuhkan dan memanen tanaman yang termodifikasi genetiknya untuk memproduksi bahan biopharmasitikal biologis atau bahan industri lainnya. Produksi bahan biopharmasitikal dilakukan dengan menggunakan tanaman transgenik, dengan menggabungkan teknologi rekayasa genetik dan pengobatan molekuler modern. Dengan molekuler farming / Biofarming, dapat dihasilkan bahan farmasitikal yang lebih aman dibandingkan dengan teknologi produksi lainnya, karena patogen manusia, endotoxin ataupun DNA sequence yang oncigenik tidak dapat diperbanyak oleh sistem tanaman sehingga kontaminasi protein rekombinan oleh virus atau prion maupun bahan-bahan yang berbahaya lainnya dapat dihindarkan.

Vaksin


Pada skala komersial, biaya investasi lebih murah dibandingkan dengan teknologi fermentasi, hanya mungkin biaya recoverinya lebih mahal. Aplikasi Biofarming dalam bentuk vaksin akan menurunkan biaya aplikasinya. Beberapa kajian Biofarming telah digunakan untuk memproduksi rekombinan antibodi, enzim enzim, hormon, sitokinin, vaksin, dll.

Sitokinin


Adapun tahapan-tahapan teknologi Biofarming, antara lain :
1. Identifikasi protein target;
2. Isolasi gen target;
3. Insersi gen target ke dalam tanaman;
4. Penumbuhan sel;
5. Pembibitan tanaman;
6. Seleksi tanaman yang mempunyai ekspresi tinggi;
7. Scalling up produksi protein rekombinan;
8. Produksi protein rekombinan dalam tanaman dan
9. Pemanenan serta ekstraksi & purifikasi protein rekombinan.

Dulu, protein rekombinan banyak diproduksi pada bakteri (prokariot), akan tetapi sistem bakteri tidak dapat mengakomodasi kekomplekan dari protein eukariot yang meliputi pelipatan (protein folding) secara ekstensif, modifikasi pasca translasi (post traslational modification) dan penyusunan (protein assembly), maka perlu dicarikan sistem ekspresi alternatif untuk memproduksi protein rekombinan. Pilihan jatuh pada sel eukariotik yang mempunyai endomembran sistem, dimana semua proses termasuk protein sorting dan traffiking signal turut terkonsentrasi di dalamnya.

 

Pengobatan HIB 28 April 2010

Filed under: Bioteknologi kesehatan — Ayy @ 14:23
Tags: , , ,

Dulu pengobatan bisa dilakukan dengan memberikan antibiotik. Sekarang antibiotik saja tidak cukup ampuh untuk membunuh bakteri tersebut, karena bakteri Hib banyak yang sudah kebal. Di Amerika diperkirakan 40% bakteri Hib resisten terhadap antibiotik ampisilin. Hal  ini menyebabkan para ilmuwan kesehatan memusatkan perhatian mereka pada upaya pencegahan penyakit Hib. Mereka memutuskan bahwa imunisasi Hib adalah cara yang paling praktis dan efektif untuk mencegah terjadinya penyakit akibat bakteri Hib ini. Di beberapa negara, vaksinasi Hib telah dimasukkan ke dalam jadwal imunisasi wajib untuk bayi dan balita.

Vaksin HIB


Pemberian vaksin Hib sedini mungkin dapat melindungi bayi dan balita dari serangan meningitis, pneumonia, dan epiglotitis. Menurut dr. Fransiscus Chandra, Direktur Medikal GaxoSmithKline (GSK), Vaksin Hib berisi komponen PRP-T (konjugasi polyribosyl-ribitol phosphate dengan tetanus taxoid) yang terbukti memberikan kekebalan tubuh paling optimal dibandingkan dengan vaksin konjugasi Hib dengan bakteri lainnya. Pemberian vaksin Hib saat ini telah direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Untuk bayi usia 2-6 bulan diberikan imunisasi Hib sebanyak tiga dosis dengan interval satu bulan. Bayi berusia 7-12 bulan diberikan sebanyak dua dosis dengan interval waktu satu bulan.

Sedangkan anak berumur 1-5 tahun cukup diberikan satu dosis. Mengingat Hib lebih sering menyerang bayi kecil (26% terjadi pada bayi berumur 2-6 bulan dan 25% pada bayi berumur 7-11). Vaksin Hib tidak dianjurkan diberikan pada bayi di bawah dua bulan, dinilai belum dapat membentuk antibodi. Setelah pemberian vaksin, efek samping yang mungkin timbul adalah demam, nyeri, atau bengkak pada tempat suntikan.

Vaksin Hib yang kali pertama dilisensi adalah vaksin polisakarida murni yang dipasarkan di US pada tahun 1985 (Atkinson W, Hamborsky J, McIntyre L, Wolfe S. ed, 2006). Respon imun terhadap vaksin tergantung pada umur orang yang diimunisasi. Anak berusia di bawah 18 bulan tidak menghasilkan respon positif terhadap vaksin ini, sehingga banyak terjadi penyakit HIB pada kelompok umur tersebut. Pada tahun 1988, vaksin ini ditarik dari pasar.

Dari hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa anak yang mulai diimunisasi HIB pada umur di atas 2 tahun, mempunyai kecenderungan terkena diabetes mellitus yang lebih tinggi. Peningkatan jumlah penderita diabetes telah terjadi di Inggris dan Amerika (J. Bart Classen, 2002).

Mahalnya harga vaksin Hib merupakan salah satu penyebab meningkatnya jumlah penderita meningitis di Indonesia.

Beberapa kombinasi dari vaksin Hib dan lainnya telah dilisensi di Amerika Serikat. Kombinasi vaksin Hib dengan diphtheria-tetanus-pertussisvaksin polio dan vaksin Hepatitis B yang tersedia di AS. World Health Organization (WHO) telah mensahkan beberapa kombinasi vaksin Hib, termasuk pentavalent diphtheria-tetanus-pertussis-hepatitis B-Hib, untuk digunakan di negara-negara berkembang.

Pengenalan vaksin Hib di negara-negara berkembang tertinggal di belakang negara-negara maju karena beberapa alasan. Biaya dari vaksin yang besar dibandingkan dengan standar EPI vaksin.  Miskin pengawasan terhadap penyakit penyakit dan rumah sakit tidak memadai untuk mendeteksi penyakit, dan banyak ahli percaya bahwa Hib tidak ada di negara mereka. Akhirnya, pengawasan kesehatan di banyak negara telah diusahakan menggunakan  vaksin yang sekarang mereka mencoba untuk sampaikan.

Untuk mengatasi masalah ini, GAVI Alliance mengambil peran aktifnya dalam vaksin. GAVI menawarkan banyak subsidinya dari vaksin Hib untuk negara-negara yang tertarik menggunakan vaksin, serta dukungan keuangan untuk vaksin suntikan dan aman.  Selain itu, GAVI menciptakan inisiatif Hib.  Inisiatif Hib yang menggunakan kombinasi mengumpulkan dan menyebarluaskan data yang ada, penelitian, dan advokasi untuk membantu negara-negara dalam mengambil keputusan untuk menggunakan vaksin Hib. Saat ini 61 dari 72 negara-negara berpenghasilan rendah yang berencana memperkenalkan vaksin pada akhir 2009.

 

HUMAN INFLUENZA TIPE B (HIB)

Filed under: Bioteknologi kesehatan — Ayy @ 13:52

Hib adalah singkatan untuk Haemophilus influenzae type b. Hib merupakan bakteria yang dapat menyebabkan penyakit Radang selaput otak (Meningitis), epiglotis (infeksi anak tekak), pneumonia, otitis media (radang saluran tengah telinga), sinusitis, infeksi kulit dan tulang, dan lain-lain.  Sekitar 60% infeksi Hib berujung pada meningitis, sebagian besar terjadi pada anak usia 18 bulan ke bawah. 5% bersifat fatal dan 15% penderita yang selamat mengalami kerusakan syaraf berupa tuli dan hancurnya kemampuan kognitif (intellectual impairment).

Infeksi akut Hib juga menyerang bayi berusia di bawah enam bulan, dengan tingkat kematian yang cukup tinggi, yaitu mencapai 40%. Dari laporan yang didapat, Hib merupakan penyebab utama penyakit meningitis di Asia. Sedangkan di Indonesia, Hib juga dilaporkan menjadi penyebab 33% kasus meningitis. Kemudian hasil riset lanjutan melaporkan, Hib merupakan 38% penyebab meningitis pada bayi dan anak berumur kurang dari lima tahun. Penularan bakteri Hib adalah melalui udara atau kontak langsung dengan penderita dengan masa inkubasi sekitar 2-4 hari. Gejala yang sering nampak adalah batuk, demam, menggigil, berkurangnya nafsu makan, mengantuk luar biasa, muntah-muntah, dan sakit kepala.

Vaksin hepatitis B penguat tidak dianjurkan oleh organisasi atau badan resmi seperti American Committee of Immunization Practices, European Consensus Group on Hepatitis B Immunity, CDC, untuk diberikan pada anak dan remaja imunokompeten yang memberikan respons antibodi yang adekuat setelah vaksinasi hepatitis B primer. Namun untuk Asia, Steering Committee for the Prevention and Control of Infectious Disease in Asia menyarankan agar dokter mempertimbangkan vaksin Hepatitis B penguat berdasarkan kasus per kasus. Khusus untuk Indonesia, penentuan perlu atau tidaknya vaksinasi Hepatitis B ulangan pada remaja yang mendapat vaksinasi Hepatitis B dasar pada masa bayi dan anti HBs nya telah turun di bawah ambang proteksi (<10 mIU/mL) memerlukan pemantauan jangka panjang tentang efektivitas vaksinasi hepatitis B dan pemantauan memori imunitas pada individu dengan antibodi yang telah tidak terdeteksi.

Anak-anak di bawah usia lima tahun merupakan kelompok paling rentan terinfeksi Hib. Dan usia yang paling berisiko adalah 2-18 bulan, dan sekitar 5-10 % dari mereka yang terinfeksi meninggal. Resiko jangkitan tertinggi adalah di kalangan kanak-kanak berumur dibawah 1 tahun. Pengaulan rapat dengan kanak- kanak yang dijangkiti Hib meningkatkan resiko terkena penyakit Hib (Sri Rezeki S Hadinegoro, 2003). Bayi yang mendapatkan ASI, mendapat perlindungan dari penyakit Hib, tapi imunisasi tetap diperlukan untuk mendapat perlindungan maksimal.

 

Pemanfaatan Virus Herpes untuk Mematikan Tumor Otak

Filed under: Bioteknologi kesehatan — Ayy @ 13:36
Tags: , , , , ,

Suatu pendekatan in vivo (di dalam organisme hidup) yang menjanjikan telah berhasil dilakukan dalam  mengatasi sel tumor, yaitu menggunakan gen virus herpes simplex-timidin kinase (HSV-tk) sebagai “gen pembunuh”. Gen tersebut diisolasi dari virus herpes simplex, suatu virus penyebab penyakit herpes. Tahap-tahap medis dalam terapi gen menggunakan gen HSV-tk untuk mematikan sel-sel glioblastoma  multiform (suatu tumor otak), secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut:

1)      Operasi pembuangan bagian tumor yang dapat dibuang dari otak,

2)      Pemasukan sel penghasil vektor yang membawa “gen pembunuh (gen HSV-tk)” secara injeksi atau implantasi ke sisa tumor yang tidak dapat dibuang dari otak,

3)      Pemulihan setelah operasi serta pemeriksaan hasil menggunakan Magnetic Resonance Imaging-Scan (MRI-Scan),

4)      Pemberian ganciclovir (GCV) secara intravenous (infus) sesuai dosis

5)      Perlakuan dengan penyinaran (radiasi) berenergi tinggi.

Penyinaran dilakukan ke bagian yang telah pulih, dua atau tiga minggu setelah pembedahan. Kemudian  setiap dua bulan, tumor otak pasien dipantau dengan MRI-Scan dan setelah satu tahun diharapkan terapi gen tersebut memberikan hasil yang positif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pengobatan melalui terapi gen dengan memanfaatkan gen HSV-tk untuk mematikan glioblastoma multiform memberikan hasil yang memuaskan.

 

APA SIH SEMUT ITU ????? 14 April 2010

Filed under: Warna-warni — Ayy @ 06:50
Tags: , , , ,

Semut adalah serangga yang eusocial dari keluarga Formisidae dan, semut termasuk dalam ordo Himenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Semut terbagi atas lebih dari 12.000 kelompok, dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan Tropis. Semut telah menguasai hampir seluruh bagian tanah di Bumi. Hanya di beberapa tempat seperti di Islandia,Greenland dan Hawaii, mereka tidak menguasai daerah tesebut. Di saat jumlah mereka bertambah, mereka dapat membnetuk sekitar 15 – 20% jumlah massa bio hewan-hewan besar.
Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, dimana terdiri dari ribuan semut per koloni. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan. Setiap koloni semut, tanpa kecuali, tunduk pada sistem kasta secara ketat. Sistem kasta ini terdiri atas tiga bagian besar dalam koloni.
Kasta pertama terdiri dari ratu dan semut-semut jantan, yang memungkinkan koloni berkembang biak. Dalam satu koloni bisa terdapat lebih dari satu ratu. Ratu mengemban tugas reproduksi untuk mening-katkan jumlah individu yang membentuk koloni. Tubuhnya lebih besar daripada tubuh semut lain. Sedang tugas semut jantan hanyalah membuahi sang ratu. Malah, hampir semua semut jantan ini mati setelah kawin. Kasta kedua adalah prajurit. Mereka mengemban tugas seperti membangun koloni, menemukan lingkungan baru untuk hidup, dan berburu.
Kasta ketiga terdiri atas semut pekerja. Semua pekerja ini adalah semut betina yang steril. Mereka merawat semut induk dan bayi-bayinya; membersihkan dan memberi makan. Selain semua ini, pekerjaan lain dalam koloni juga merupakan tanggung jawab kasta pekerja. Mereka membangun koridor dan serambi baru untuk sarang mereka; mereka mencari makanan dan terus-menerus membersihkan sarang. Di antara semut pekerja dan prajurit juga ada subkelompok. Subkelompok ini disebut budak, pencuri, pengasuh, pembangun, dan pengumpul. Setiap kelompok memiliki tugas sendiri-sendiri. Sementara satu kelompok berfokus sepenuhnya melawan musuh atau berburu, kelompok lain membangun sarang, dan yang lain lagi memelihara sarang. Setiap individu dalam koloni semut melakukan bagian pekerjaannya sepenuhnya. Tak ada yang mencemaskan posisi atau jenis tugasnya. Ia hanya melakukan apa yang diwajibkan. Yang penting adalah keberlanjutan koloninya.
koloni